Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label krisis
MONOKROSO Bukan sekadar nama. Tapi pengakuan. Tapi perlawanan. Tapi deklarasi. Apa itu Monokroso? Banyak yang bertanya, bahkan meremehkan. Mereka bilang “Monokroso” itu gak jelas. Salah arti. Gak ada di kamus. Tapi justru di situlah kekuatannya. Monokroso adalah bahasa baru dari jiwa yang sedang terbentuk. Istilah ini bukan sekadar bunyi, tapi hasil dari mimpi, luka, dan perasaan tunggal yang gak bisa dijelaskan pakai bahasa biasa. Monokroso = Monocracy of the Soul Kalau monocracy artinya kekuasaan tunggal atas negara, maka Monokroso adalah kekuasaan tunggal atas diri sendiri. “Satu rasa yang menguasai semua. Satu suara yang menang dari dalam.” Ini adalah revolusi batin. Ketika hati yang rapuh akhirnya berdiri tegak dan berkata: aku akan pimpin hidupku sendiri. Kenapa Monokroso Lahir? Karena gue pernah di titik krisis. Keluarga berantakan. Kepercayaan hilang. Cinta datang lalu pergi. Semua orang ribut ngatur—tapi satu hal yang hilang: gue sendiri. Sampai akhirnya doa, mimpi, dan l...