Di Pantai Ombak Tinggi dan Pulau di Seberang versi 2 Dalam pantai yang diramaikan oleh ombak tinggi, Kutemukan diriku, terombang-ambing dalam kebingungan, Seolah pantai itu mengajukan pertanyaan, Apakah mungkin sampai ke pulau di seberang? Kenangan melayang, merangkak dari dasar hati, Di antaranya kau, entah bagaimana namamu kuingat, Rumahmu, kolam renang, dan lapangan luas, Tempat-tempat di mana kita merasakan kebebasan sejati. Di bawah langit yang berkilauan, perjalanan panjang tak berujung, Aku mencari cinta, bukan sekadar asmara, Namun makna yang lebih dalam, mengalir dalam setiap hembusan angin, Dalam setiap pertemuan dan perpisahan, hatiku bertanya-tanya. Bertahun-tahun telah kulalui, bertemu dengan berbagai wajah, Namun selalu ada kekosongan, kesunyian yang menghampiri, Kekasih yang kutemui, hanya bayangan yang lewat begitu cepat, Hingga pada suatu malam, cahaya menuntunku. Ketika pertama kali kusadari kehadiran-Mu, Hangatnya meresap dalam keremangan hatiku, Kau datan...
Alur ini bukan tempat gue ngajarin, cuma tempat gue naruh apa yang pernah gue rasain. Tentang luka, rindu, kehilangan, dan nyala kecil yang gue temuin di balik sepi. Kadang hidup gak ngasih jawaban, tapi tulisan ini mungkin bisa nemenin lo buat nyariin bareng.